MANAJEMEN INVESTASI DAN PORTOFOLIO:REKSA DANA, ANALISIS PENILAIAN SAHAM DAN RISK & RETURN
1. REKSA DANAReksa Dana adalah wadah investasi untuk menghimpun dana dari masyarakat, untuk selanjutnya diinvestasikan oleh Manajer Investasi dalam Portofolio Efek.Jenis Reksa Dana
MANFAAT & KEUNGGULAN REKSA DANA1. Memberikan potensi pertumbuhan nilai investasi
2. Keuntungan dari hasil investasi reksa dana bukan objek pajak
3. Memiliki likuiditas tinggi karena dapat dijual kembali setiap saat
4. Tersedia banyak pilihan produk sehingga memberikan fleksibilitas dalam berinvestasi
5. Kenyamanan dan kemudahan berinvestasi.
Pembelian kedua (Top Up) dapat dilakukan melalui internet dan mobile banking. Penjualan kembali dapat juga dilakukan melalui internet bankingPembelian kedua (Top Up) dapat dilakukan melalui internet dan mobile banking. Penjualan kembali dapat juga dilakukan melalui internet bankingPembelian kedua (Top Up) dapat dilakukan melalui internet dan mobile banking. Penjualan kembali dapat juga dilakukan melalui internet bankingPembelian kedua (Top Up) dapat dilakukan melalui internet dan mobile banking. Penjualan kembali dapat juga dilakukan melalui internet banking6. Transparansi informasi
-Informasi harga unit atau NAB mudah diperoleh, diantaranya melalui:
-Informasi harga unit atau NAB mudah diperoleh, diantaranya melalui:-Informasi harga unit atau NAB mudah diperoleh, diantaranya melalui:-Informasi harga unit atau NAB mudah diperoleh, diantaranya melalui:-Media massa (Bisnis Indonesia, Investor Daily, Kontan, dll)-Surat konfirmasi transaksi dari Bank kustodian-Laporan bulanan yang dapat diakses melalui internet banking2. ANALISIS PENILAIAN SAHAMDalam penilaian saham dikenal adanya tiga jenis nilai, yaitu nilai buku, nilai pasar, dan nilai intrinsik saham. Nilai buku merupakan nilai yang dihitung berdasarkan pembukuan perusahaan penerbit saham (emiten). Nilai buku dan nilai nominal dapat dicari di dalam atau ditentukan berdasarkan laporan perusahaan keuangan. Nilai pasar merupakan nilai saham di pasar. nilai pasar dapat dilihat pada harga saham di bursa efek. Nilai intrinsik (teoritis) saham merupakan nilai saham yang sebenarnya atau seharusnya terjadi. Dalam membeli atau menjual saham, investor akan membandingkan nilai intriksik dengan nilai pasar saham bersangkutan sebagai informasi bagi investor pengambilan keputusan investasi.
Jika nilai pasar suatu saham lebih tinggi dari nilai intrinsiknya, berarti saham tersebut tergolong mahal (overvalued), maka investor bisa mengambil keputusan untuk menjual saham tersebut. Sebaliknya jika nilai pasar saham di bawah nilai intrinsiknya, berarti saham tersebut tergolong murah (undervalued), sehingga investor sebaliknya membeli saham tersebut.Ada dua pendekatan dalam penentuan nilai intrinsik saham berdasarkan analisis fundamental yaitu:· Pendekatan nilai sekarang (present value approach).
Pendekatan nilai sekarang dilakukan dengan menghitung seluruh aliran kas yang akan diterima. pemegang saham dari saham di masa datang, dan kemudian didiskontokan dengan tingkat bunga diskonto (biasanya sebesar tingkat return yang disyaratkan).· Pendekatan rasio harga terhadap earning (Price Earning Ratio/PER).
Pedekatan PER dalam penentuan nilai suatu saham dilakukan dengan menghitung berapa ruapiah uang yang diinvestasikan ke dalam suatu saham untuk memperoleh satu rupiah pendapatan (earning) dari saham tersebut.3. RISK AND RETURNRisk and return adalah kondisi yang dialami oleh perusahaan, institusi, dan individu dalam keputusan investasi yaitu, baik kerugian maupun keuntungan dalam suatu periode akuntansi. Hubungan antara risiko dengan tingkat pengembalian adalah:
1. bersifat linear atau searah.2. Semakin tinggi tingkat pengembalian maka semakin tinggi pula risiko.3. Semakin besar asset yang kita tempatkan dalam keputusan investasi maka semakin besar pula risiko yang timbul dari investasi tersebut.4. Kondisi linear hanya mungkin terjadi pada pasar yang bersifat normal
Tidak ada komentar:
Posting Komentar